Sabtu, 17 November 2012

Penyebab Mesin Mobil Panas (Overheat)

,

Banyak faktor yang membuat suhu mesin meninggi alias panas (overheat). Salah satu di antaranya sistem pendinginan mesin yang jarang mendapat perhatian, termasuk mengecek kondisi air radiator pun sering terlupakan. Padahal, pengerjaannya tidak lebih dari lima menit (termasuk menambah air radiator). Berikut penuturan Heron, Kepala Mekanik R Speed di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, mengenai penyebab overheat dan penanggulangannya.


1. Mampet
Radiator mampet yang disebabkan oleh karat akibat kadar air bereaksi dengan blok mesin. Biasanya, kotoran tersebut 'nyempil' di kisi-kisi radiator mengakibatkan sirkulasi air menjadi tidak sempurna. Solusinya, servis radiator dan  jika gejalanya sudah tergolong parah maka kisi-kisi harus diganti.  Ada 2 cara pencegahan medsin panas,  yaitu lakukan penggantian air radiator setiap 20.000 km dan gunakan carian anti karat.

2. Air berkurang
Nah, inilah pentingnya mengecek kondisi air sebelum bepergian. Jika volume air berkurang cukup banyak (sebotol Aqua 600 ml atau lebih) menandakan adanya kebocoran. Bisa berasal dari selang yang sudah getas, sambungan selang atau dari sil dan pegas tutup radiator yang sudah tidak berfungsi baik. Kebocoran dari tutup radiator biasanya terlihat adanya bekas karat disekitarnya yang mengering. Segera ganti tutup radiator, sementara untuk kebocoran dari selang dan sambungan lakukan perbaikan di bengkel resmi atau langganan Anda.

3. Kipas lemah
Biasanya hal ini terjadi akibat motor kipas yang sudah tidak berfungsi dengan baik sehingga putarannya kurang kencang. Biasanya hal ini teridentifikasi ketika ngebut, temperatur naik, namun ketika pelan suhu cenderung aman. Bisa juga dari kipas tambahan (bagi yang menggunakan), untuk mencari tahu cukup dengan menyalakan AC. Jika ada kerusakan maka kipas tidak akan berputar atau temperatur lambat laun naik. Solusinya adalah mengganti motor kipas tersebut, atau jika sudah parah biasanya kipas juga ikut diganti karena biasanya mengalami kerusakan di porosnya.

4. Oktan tidak sesuai
Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang tidak sesuai - biasanya lebih rendah - bisa mengakibatkan mobil knocking (ngelitik). Jika terus dibiarkan maka kecenderungannya mesin akan panas. Rasio kompresi dan setingan waktu pengapian (timing) - untuk mobil yang masih menggunakan distributor - harus sesuai dengan BBM.

Penanggulangan Darurat
Biasanya diawali dengan munculnya ngelitik yang berlebih pada mesin. Bagi yang menggunakan indikator jarum biasanya akan terlihat peningkatan suhu. Sementara yang memakai gambar, mesin akan langsung mati ketika overheat.

Jika hal itu terjadi, segera pinggirkan mobil ke tempat yang aman, pasang segitiga pengaman agak jauh dari mobil. Tunggu beberapa menit sampai suhu mesin turun, bisa dibantu dengan menyiram air di radiator jika mencukupi. Setelah dingin, cek kondisi air. Perhatian, ketika membuka tutup radiator, pergunakan juga kain tebal (jika tutup masih panas) dan putar secara perlahan. Jika ada tekanan air, tutup radiator ditekan sambil diputar perlahan. Jika sudah terbuka dan ternyata volume air masih penuh, tutup kembali radiator dan jika temperatur sudah normal, bawa mobil ke bengkel terdekat.

Sumber : Kompas

Jumat, 16 November 2012

3 Cara Perawatan Mesin Injeksi

,
YAMAHA MIO J: Anggapan bahwa teknologi mesin injeksi memerlukan biaya perawatan yang mahal dan lebih rumit tidaklah benar. Beberapa saat lalu Yamaha Indonesia mengadakan workshop dengan para jurnalis. Workshop tersebut sebagai upaya sebagai pembuktian bahwa perawatan mesin injeksi itu mudah dan lebih ekonomis. Dalam workshop tersebut para peserta mendapatkan teori dan sekaligus melakukan praktek mekanik.


3 Cara Perawatan Mesin Injeksi
Dalam workshop tersebut juga dijelaskan bahwa untuk melakukan perawatan mesin motor injeksi irit harga murah sebenarnya dapat dilakukan dengan tiga cara.
  1. Perawatan mesin injeksi dapat dilakukan secara mandiri atau dilakukan sendiri. Untuk perawatan secara mandiri ini maka user perlu membeli . Cara perawatannya adalah sebelum mengisi bahan bakar memasukkan Carbon Cleaner kedalam tangki bahan. Hal ini perlu dilakukan untuk setiap 3 ribu kilometer.
  2. Membersihkan mesin injeksi dengan menggunakan 3M Throttle Body Cleaner dan Fuel Injection Cleaner. Tindakan pembersihan ini dapat dilakukan dengan mendatangi bengkel-bengkel resmi Yamaha. Waktu yang diperlukan untuk perwatan ini relatip cukup singkat sekitar 10 menit
  3. Merawat mesin injeksi dengan menggunakan peralatan khusus yang disebut sebagai Yamaha Injection Cleaner. Peralatan ini hanya tersedia dibengkel resmi Yamaha saja. Dengan Yamaha Injection Cleaner maka akan diketahui keakuratan semburan bahan bakar pada ruang pembakaran sekaligus melakukan pembersihan pada injector.

Menurut General Manager Service Yamaha Indonesia, program seperti ini adalah bentuk mensosialisasikan keunggulan teknologi injeksi dan juga memberikan informasi yang benar tentang mesin injeksi pada pengguna sepeda motor matic injeksi irit harga murah maupun skutik. Teknologi mesin injeksi perawatannya lebih sederhana dibanding mesin konvensional (karburator) serta biayanya terjangkau. Untuk produk baru Yamaha hampir 80 persen mengadopsi sistem mesin injeksi. Hal inilah yang menjadi Alasan kenapa mio j motor matic injeksi irit juga telah menggunakan mesin injeksi.

Sumber : yamaha.com

Kamis, 15 November 2012

Cara Mencegah Mesin Motor Cepat Panas

,

Mesin merupakan hal terpenting dari setiap jenis kendaraan, termasuk motor. Jika mesin motor anda cepat mengalami overheat sebaiknya segera cari penyebabnya, sebab jika tidak bisa bisa motor anda tidak bisa jalan lagi.

Mesin Motor Cepat Panas
Tanda Overheat pada motor:
  •   Muncul bau gosong atau sangit pada mesin motor
  •   Motor kehilangan tenaga
  •   Pada motor keluaran tahun terbaru, terdapat indikator mesin, jika mesin terlalu panas indikator akan menyala.

Berikut Cara Mencegah Mesin Motor Cepat Panas

1. Ganti Oli Secara Teratur
ajin dan disiplin mengganti oli mesin. Pasalnya, oli selain berfungsi untuk melumasi komponen-komponen mesin juga mendinginkan komponen tersebut saat mereka bergesekan satu dengan yang lain.

2. Gunakan oli yang tepat
Gunakan oli yang memang sesuai dengan spesifikasi dan gaya berkendaraan anda. Beberapa sumber mangatakan bahwa dengan oli berviskositas 10w40 relatif lebih cepat melepas panas jika dibanding dengan oli dengan SAE 20w50.

3. Check distribusi oli
Oli berfungsi untuk melumasi elemen eleman yang ada di dalam mesin, pastikan oli motor anda dapat terdistribusikan secara baik.

4. Pastikan Posisi Piston Tidak Terlalu Rapat
Posisi piston (berada di liner silinder) yang terlalu rapat akan mengakibatkan seher dan piston tidak bisa begerak leluasa alias macet. Tidak hanya akan membuat mesin motor anda cepat panas tapi juga akan merusak piston atau blok mesin.

5. Ganti cairan coolant secara teratur
Bila sepeda motor menggunakan sistem pendinginan dengan cairan, maka gantilah cairan coolant secara teratur. Minimal satu tahun sekali.

6. Rutin Membersihkan Radiator
Bila motor Anda merupakan motor yang menggunakan sistem pendinginan udara, maka rajin-rajinlah membersihkan radiator.

7. Pastikan Sirip dan Kepala Silinder Bersih
Pastikan tidak ada kotoran yang menempel pada sirip silinder dan kepala silinder yang dapat menghambat proses pelepasan panas mesin.

8. Tambah Radiator Dengan Kipas
Bila usia motor telah mencapai lima tahun lebih, maka ada baiknya menambahi radiator dengan kipas. Penempatannya bisa di depan atau di belakang radiator.

9. Gunakan Busi Bertipe Dingin
Banyak sekali merek Busi dipasaran yang bertipe dingin. Atau biasa disebut juga busi racing. Harga bervariasi, biasa dibandrol diatas Rp.50ribu.

10. Buka leg-shield (pelindung kaki)
Jika motor anda memiliki leg-shield (pelindung kaki) seperti di Satri FU maka sebaiknya di lepas. Dengan membuka leg-shield, disinyalir akan melancarkan aliran udara di mesin. Sehingga mesin lebih gampang melepas panas.

Cara Kerja Mesin 4 Tak

,

Mengapa mesin disebut 4 tak, karena memang ada 4 langkah. Berikut adalah detail dari setiap proses.
 
1. Intake
Disebut langkah intake karena langkah pertama adalah menghisap melalui piston dari karburator. Pasokan bahan bakar tidak cukup hanya dari semprotan karburator. Cara kerjanya adalah sbb. Piston pertama kali berada di posisi atas (atau disebut Titik Mati Atas). Lalu piston menghisap bahan bakar yang sudah disetting/dicampur antara bensin dan udara di karburator. Piston lalu mundur menghisap bahan bakar. Untuk membuka, diperlukan klep atau valve inlet yang akan membuka pada saat piston turun/menghisap ke arah bawah.

Gerakan valve atau inlet diatur oleh camshaft secara mekanis. Yakni, camshaft mengatur besaran bukaan klep dengan cara menekan tuas klep. Camshaft sendiri digerakan oleh rantai keteng yang disambungkan antara camshaft ke crankshaft. Untuk detilnya, lihat gambar berikut.

Perhatikan bahwa A adalah Intake Valve (klep masuk bahan bakar) dan klep ini ditekan (membuka) karena I (camshaft) menekan valve A. Dengan demikian, pada saat piston turun, maka A terbuka sekaligus bahan bakar ditarik masuk ke ruang bakar. A akan menutup sampai batas tertentu sebelum langkah kedua : kompresi. Rantai keteng tidak terlihat karena akan sulit digambarkan di atas, tetapi crankshaft (P) terhubung dengan camshaft (I). Beberapa mobil Eropa seperti Mercedez menggunakan rantai sebagai penghubung antara crankshaft dan camshaft, tetapi umumnya di mobil Jepang menggunakan belt yang kita kenal sebagai timing belt.

2. Kompresi
Langkah ini adalah lanjutan dari langkah di atas. Setelah piston mencapai titik terbawah di tahapan intake, lalu valve intake tertutup, dan dilakukan proses kompresi. Yakni, bahan bakar yang sudah ada di ruang bakar dimampatkan. Ruangan sudah tertutup rapat karena kedua valve (intake dan exhaust) tertutup. Proses ini terus berjalan sampai langkah berikut yakni meledaknya busi di langkah ke 3.

3. Combustion (Pembakaran)
Tahap berikut adalah busi pada titik tertentu akan meledak setelah PISTON BERGERAK MENCAPAI TITIK MATI ATAS DAN MUNDUR BEBERAPA DERAJAT. Jadi, busi tidak meledak pada saat piston di titik paling atas (disebut titik 0 derajat), tetapi piston mundur dulu, baru meledak. Hal ini karena untuk menghindari adanya energi yang terbuang sia-sia karena pada saat piston di titik mati atas, masih ada energi laten (yang tersimpan akibat dorongan proses kompresi). Jika pada titik 0 derajat busi meledak, bisa jadi piston mundur tetapi mengengkol crankshaft ke arah belakang (motor mundur ke belakang, bukan memutar roda ke depan). Setelah proses pembakaran, maka piston memiliki energi untuk mendorong crankshaft yang nantinya akan dialirkan melalui gearbox dan sproket, rantai, dan terakhir ke roda.

4. Exhaust (Pembuangan)
Langkah terakhir ini dilakukan setelah pembakaran. Piston akibat pembakaran akan terdorong hingga ke titik yang paling bawah, atau disebut Titik Mati Bawah. Setelah itu, piston akan mendorong ke depan dan klep exhaust membuka sementara klep intake tertutup. Oleh karena itu, maka gas buang akan terdorong masuk ke lubang Exhaust Port (atau kita bilang lubang sambungan ke knalpot). Dengan demikian, maka kita bisa membuang semua sisa gas buang akibat pembakaran. Dan setelah bersih kembali, lalu kita akan masuk lagi mengulangi langkah ke 1 lagi.
 

Trans Engine Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger Templates